keterlibatan dalam organisasi internasional

Dalam sistem politik global, Australia adalah Negara barat yang berlokasi di kawasan asia pasifik yang memiliki hubungan yang dekat dengan amerika utara dan eropa. Australia juga memiliki sejarah di kancah politik, ekonomi dan militer yang berhubungan dengan asia. Sepanjang sejarahnya sebagai Negara merdeka, Australia aktif dalam menjalin hubungan internasional baik di dalam maupun di luar kawasan asia pasifik. Hubungan dengan Negara-negara asia merupakan prioritas kebijakan eksternal Australia yang tidak akan pernah hilang. Australia memiliki kepentingan ekonomi yang besar di asia. Negara-negara asia dihitung sebagai tujuh dari sepuluh Negara pasar ekspor terbesar bagi Australia dan merupakan sumber investasi yang besar bagi Australia dan merupakan sumber investasi penting, partner keamanan yang utama dan sumber pendatang terdidik.

  1. South Pacific Forum

Keterlibatan Australia dalam South Pacific Forum(SPF) telah dimulai ketika Australia menjadi salah satu penggagas South Pacific Commission (SPC) yang merupakan langkah awal dari terbentuknya SPF. Prinsip pendekatan Australia ke kawasan pasifik adalah adalah untuk mendukung pendekatan structural bagi kerjasama regional yang secara prinsip dicapai melalui dukungan untuk SPF. Forum tersebut penting karena menyediakan dasar bagi identitas kawasan yang muncul. SPF adala forum tempat para pemimpin Negara-negara pasifik dapat bertemu dan menemukan solusi bagi masalah-masalah yang terjadi di kawasan pasifik. Dukungan Australia untuk forum tersebut diperkuat dengan fakta bahwa dalam beberapa tahun terakhir para pemimpin dalam SPF telah sukses membangun agenda pasifik yang komprehensif dan membuat consensus supaya Negara-negara anggota SPF menyadari potensi pembangunan mereka. Hasil forum Brisbane pada tahun 1994 mencerminkan kesadaran para pemimpin di kawasan pasifik akan pentingnya pelestarian laut, hutan dan sumber daya alam lainnya, seperti dituangkan dalam Regional Logging of Conduct oleh 6 negara anggota SPF di forum Madang pada tahun 1995. Madang forum menghasilkan kesepakatan atas reformasi ekonomi yang penting yang bertujuan untuk menstimulasi pedagangan dan investasi, mengembangkan efisiensi dan akuntabilitas sector public dan menciptakan kondisi agar sector privat dapat berkembang. Australia juga memberikan beberapa program bantuan teknis mulai dari memberikan saran untuk pembangunan, capacity building perdagangan dan investasi bagi negar-negra anggota SPF. Selain itu, Australia juga melakukan kerjasama kawasan dalam hal militer. Aksi bersama yang dilakukan Negara anggota SPF membuahkan hasil yang cukup signifikan mendorong Amerika Serikat, perancis, dan inggris untuk menandatangani tiga protocol South Pacific Free Zone Treaty-The Treaty of Rarotonga pada tahun 2003. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini maka kawasan pasifik akan tebebas dari tes-tes nuklir yang selama ini selalu diadakan di kawasan pasifik. Pemerintah Australia juga mengadakan kerjasama bilateral dengan Negara-negara di kawasan pasifik. Salah satu Negara yang mendapat banyak bantuan dari Australia adalah Papua Nugini dengan kucuran dana bantuan dari Australia sebesar $325 juta. Dengan bantuan Australia juga Samoa barat dapat mendirikan Unit Promosi Investasi (Investment Promotion Unit) dalam departemen perdagangan, bisnis dan industry.

  1. Australia, New Zealand, United States Security treaty (ANZUS)

Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru menandatangani pakta pertahanan ANZUS pada tahun 1951. Pakta pertahanan ini menjadi satu-satunya aliansi pakta pertahanan Australia. Pakta pertahanan ANZUS dirumuskan di San Fransisco pada 1 september 1951 dan mulai berlaku pada 29 April 1952. Pakta ini mengikat para pesertanya untuk menyadari bahwa serangan bersenjata di wilayah pasifik oleh salah satu dari mereka dapat membahayakan perdamaian dan keselamatan yang lain. Dalam pakta ini ketiga Negara juga berjanji untuk mempertahankan dan mengembangkan kemampuan individu dan kolektif untuk menahan serangan. Pada tahun 1985, sifat aliansi ANZUS berubah setelah pemerintah Selandia Baru menolak akses kapal angkatan laut AS yang memiliki kemampuan senjata nuklir ke wilayahnya. Dalam memenuhi kewajiban ANZUS, Australia dan amerika serikat mengadakan kegiatan-kegiatan bersama. Hal ini termasuk latihan bersama dan pertukaran latihan militer. Kedua Negara juga menjalankan fasilitas pertahanan bersama di Australia.

Dengan terjadinya peristiwa 9-11 pada tahun 2001, perdana menteri Howard dan presiden Bush bersama-sama mengirim unit militer termasuk pasukan khusus dan kapal-kapal angkatan laut untuk mendukung Operation Enduring Freedom yang dipimpin oleh AS untuk mendukung pasukan anti-taliban dalam perang sipil di Afghanistan. Pasukan pertahanan Australia (ADF) berpartisipasi dalam aksi koalisi militer melawan Irak. Militer dan tenaga ahli sipil Australia ikut serta dalam pendidikan pasukan keamanan irak dan rekonstruksi irak. Pasukan khusus Australia (Australian Special Forces) dikirim kembali ke Afghanistan untuk membantu mengamankan pemilihan umum Negara tersebut pada 18 september 2005. Pemerintah Australia memendang bahwa keamanan Australia bergantung pada hubungan yang kuat dengan amerika serikat, dan ANZUS memiliki memiliki dukungan kedua Negara yang luas. Pada dasarnya kemampuan Australia untuk membentuk lingkungan keamanan tergantung pada hubungan kemanan dengan Amerika Serikat yang memfasilitasi pengembangan kemampuan dan profesionalisme ADF. Pemerintahan Howard menyadari bahwa tipe ADF yang dibutuhkan Australia tidak akan tercapai tanpa akses teknologi yang diberikan oleh aliansi Amerika Serikat. Berkaitan dengan konflik Timor Leste, Australia, dan Selandia Baru mengirimkan pasukan besenjata dalam operasi skala besar di Timor Leste antara tahun 1999 dan 2003. Sementara Amerika Serikat menirimkan dukungan logistic yang terbatas. Operasi ini kemudian diambil alih oleh PBB.

  1. ASEAN Regional Forum

ASEAN regional forum (ARF) dibentuk pada tahun 1994. Forum ARF memiliki 25 negara anggota yang menaruh perhatian bagi keamanan Asia Pasifik. Dari 25 anggota ARF, terdapat 10 anggota ASEAN (Brunei, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam); 10 negara mitra Negara ASEAN (Australia, Kanada, Cina, Uni Eropa, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, dan Amerika Serikat), dan 5 negara pengamat ASEAN (Papua nugini, Korea utara, Mongolia, Pakistan dan Timor Leste). ARF menjadi suatu wadah tempat Negara anggota dapat berdiskusi mengenai isu keamanan regional yang terjadi dan mengembangkan aturan kejasama untuk meningkatkan perdamaian dak keamanan di kawasan.

ARF Concept Paper yang dibuat pada tahun 1995 membentuk tiga pendekatan ARF terhadap pembangunan, dari Confidence-building ke diplomasi preventif,dan dalam jangka panjang damn menuju kemampuan resolusi konflik. Lima ahli keamanan Australia telah dinominasikan untuk ARF register of Experts And Eminent Persons. Australia merupakan Negara anggota pendiri ARF dan menjadi partisipan dalam setiap aktifitas dan diskusi forum. Australia terus konsisten menganjurkan perlunmya ARF mengembangkan kapasitas untuk merespon dengan efektif isu-isu yang dapat mengancam keamanan regional. Dengan adanya serangan teroris di Amerika Serikat pada 11 September 2001, Australia selalu digaris depan dalam usaha menolong ARF membuat kontribusi praktis untuk usaha anti terorisme regional. Dalam hal ini, Australia bertindak sebagai penyelenggara bersama Singapura mengadakan seminar menangani Konsekuensi Serangan Besar teroris (Workshop on managing the consequences of a major terrosist attack), di Darwin pada juni 2003. Austalia juga secara aktif mulai mempromosikan kerjasama bantuan bagi bencana alam di kawasan. Australia bersqama Filipina mengadakan seminar Operasi Militer-sipil (workshop on civil Military operations), berfokus pada respon terhadap bantuan bencana alam, di Manila pada September 2005.

Australia adalah partisipan aktif dalam ASEAN Regional Forum (ARF). Pada September 1999, bertindak di bawah mandate Dewan keamanan PBB , Australia memimpin koalisi internasional untuk mengembalikan perdamaian di Timor leste. Pada tahun 2006, Australia kembali berpartisipasi dalam operasi menjaga perdamaian di Timor Leste . Departemen luar negeri dan Perdagangan Australia (Departement of Foreign Affairs and Trade) memiliki tanggung jawab untuk kebijakan ARF, berkonsultasi dengan Departemen Pertahanan . melalui program bantuan , Australia mendukung aktifitas AUSCSCAP (Australian Member Commite of the Council for Security Cooperation in the Asia Pasific).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: