keterlibatan dalam perang

Perang dalam pengertian umum yang telah diterima adalah suatu pertandingan (contest) antara dua negara atau lebih terutama dengan angkatan bersenjata mereka, tujuan akhir dari setiap kontestan atau masing-masing kelompok kontestan adalah mengalahkan kontestan atau kontestan lain dan membebankan syarat-syarat perdamaiannya. Hal ini sesuai dengan konsepsi teoritis ternama mengenai perang, Karl von Clausewitz (1780-1831), menurutnya perang adalah perjuangan dalam skala besar yang dimaksudkanoleh suatu pihak untuk menundukkan lawannya guna memenuhi kehendaknya. Keterlibatan australia dalam peperangan dimulai ketika terjadinya perang Boer di Afrika Selatan pada tahun 1899-1902. Pada waktu itu Australia sebagai negara koloni dari Inggris wajib mengirimkan pasukannya untuk bergabung dalam pasukan Inggris raya. Perang Boer itu sendiri merupakan perang kemerdekaan rakyat Afrika Selatan yang ingin memisahkan diri dari koloni Inggris. Perang Dunia I yang terjadi pada tahun 1914 dan dilatarbelakangi oleh terbunuhnya putera mahkota kerajaan Austria-Hongaria serta gejolak sistem internasional yang sudah tidak kondusif adalah perang yang melibatkan Australia juga di dalamnya. Meskipun pada waktu terjadinya perang dunia pertama ini Australia bersama dengan Selandia baru hanya sebagai pasukan yang diperbantukan oleh pemerintah Inggris namun keterlibatannya ini menjadikan satu titik tolak dari keterlibatan Australia dalam perang yang berskala besar. Meletusnya perang dunia II pada tahun 1930-an menjadi arena berikutnya bagi Australia untuk menunjukkan kapabilitas dari kekuatan militernya, walaupun masih tetap sama seperti pada perang dunia I dimana Australia masih sebagai pasukan yang diperbantukan, namun keterlibatannya dalam dua perang berskala besar bisa dijadikan modal penting bagi Australia untuk mendapatkan kepercayaan dari negara-negara besar yang akan dijadikan sebagai sekutu guna menjaga stabilitas keamanan wilayahnya. Melalui kerangka ANZUS yang terbentuk pada tahun 1951 antara Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Australia terlibat dalam perang sipil yang terjadi di Afghanistan. perdana menteri Howard dan presiden Bush bersama-sama mengirim unit militer termasuk pasukan khusus dan kapal-kapal angkatan laut untuk mendukung Operation Enduring Freedom yang dipimpin oleh AS untuk mendukung pasukan anti-taliban dalam perang sipil di Afghanistan dan pada tahun 2005 pasukan khusus Australia kembali dikirimkan ke Afghanistan untuk membantu mengamankan pemilihan umum Negara tersebut pada 18 september 2005. Pada perang irak pun pasukan pertahanan Australia berpartisipasi dalam aksi koalisi militer melawan Irak. Militer dan tenaga ahli sipil Australia ikut serta dalam pendidikan pasukan keamanan irak dan rekonstruksi irak. Berbeda dengan keterlibatannya dalam perang-perang sebelumnya. Kali ini pasukan Australia tidak hanya sebagai tentara pelengkap yang diperbantukan melalui kerangka Inggris sebagai Negara koloninya. Hal tersebut tidak lepas dari kemandirian yang dimiliki oleh pertahanan Australia khususnya pasca kemerdekaan yang didapatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: